Jumat, 01 Januari 2010

Pusat-Pusat Pertanggungjawaban

Pada dasarnya terdapat empat jenis pusat pertanggungjawaban, yaitu:

1. Pusat biaya (expense center)
Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi menejernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bukan nilai output yang dihasilkan). Contoh pusat biaya adalah Departemen produksi, Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum.

2. Pusat pendapatan (revenue center)
Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi menejernya dinilai bedasarkan pendapatan yang dihasilkan. Contoh pusat pendapatan adalah Dinas Pendapatan Daerah dan Departemen Pemasaran.

3. Pusat laba (profit center)
Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expense) dengan output (revenue) dalam satuan moneter. Kinerja manajer dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Contoh: BUMN dan BUMD, obyek parawisata milik PEMDA, bandara, dan pelabuhan.

4. Pusat Investasi (investment center)
Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Contoh Pusat Investasi adalah Departemen Riset dan Pengembangan dan Balitbang.

PROSES IMPLEMENTASI ZBB

Proses implementasi ZBB terdiri dari tiga tahap, yaitu:

1. Identifikasi unit-unit keputusan
Struktur organisasi pada dasarnya terdiri dari pusat-pusat pertanggungjawaban (responsibility center). Setiap pusat pertanggungjawaban merupakan unit pembuat keputusan (decision unit) yang salah satu fungsinya adalah untuk menyiapkan anggaran.

2. Penentuan paket-paket keputusan
Paket keputusan merupakan gambaran komprehensif mengenai bagian dari aktivitas organisasi atau fungsi yang dapat dievaluasi secara individual.

Terdapat dua jenis paket keputusan, yaitu:
a. Paket keputusan mutually-exclusive adalah paket-paket keputusan yang memiliki fungsi yang sama. Apabila dipilih salah satu paket kegiatan atau program, maka konsekuensinya adalah menolak semua alternative yang lain.
b. Paket keputusan incrementaly merefleksikan tingkat usaha yang berbeda (dikaitkan dengan biaya) dalam melaksanakan aktivitas tertentu.

3. Meranking dan mengevaluasi paket keputusan
Jika paket keputusan telah disiapkan, tahap berikutnya adalah meranking semua paket berdasarkan manfaatnya terhadap organisasi. Tahap ini merupakan jembatan untuk menunjukan proses alokasi sumber daya di antara berbagai kegiatan yang beberapa di antaranya sudah ada dan lainnya baru sama sekali.

ORGANISASI DAN PERILAKU KEORGANISASIAN

• PENGERTIAN ORGANISASI

Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi menejemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta diperusahaan yang bersangkutan.
Menurut bone dan katz organisasi di definisikan sebagai berikut:
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3 elemen pokok:
1. Interaksi manusia
2. Kegiatan yang mengarah pada tujuan
3. Struktur organisasi itu sendiri

• POLA ORGANISASI

Pola organisasi dibagi menjadi dua bagian yaitu organisasi formal dan organisasi informal.

1. Organisasi formal
Organisasi yang dibentuk secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu dirancang oleh menejer agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah disepakati bersama.

2. Organisasi informal
Organisasi yang tercipta karena adanya hubungan antar pribadi yang secara tidak sadarterjadi keberadaanya tanpa didasarkan pada hubungan wewenang formal pada struktur organisasi maupun kesepakatan tujuan bersama.

LINGKUNGAN BASIS DATA

Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data , dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data di simpan dan dimanipulasikan.komersial data yang banyak digunakan yaitu arsitektur ANSI-SPARC.
Tiga tingkatan arsitektur basis data ANSI-SPARC
1. Tingkat Eksternal (eksternal level)
Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data. Menggambarkan bagian basis data yang relevan, cara pandang yang berbeda.
2. Tingkat konseptual (conceptual level)
Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya.
3. Tingkat internal (internal level)
Tingkat internal merupakan perwujudan basis data dalam computer. Menggambarkan bagaimana baisis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage.
• Data Independence
• Tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berariti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
Ada 2 jenis data independence, yaitu:
1. Physical data independence
2. Logical data independence

KELEMAHAN PLANNING, PROGRAMMING, AND BUDGETING SYSTEM (PPBS)

1. PPBS membutuhkan sistem informasi yang canggih, ketersediaan data, adanya sistem pengukuran, dan staf yang memiliki kapabilitas tinggi.
2. Implementasi PPBS membutuhkan biaya yang besar karena PPBS membutuhkan teknologi yang canggih.
3. PPBS bagus secara teori, namun sulit untuk diimplementasikan.
4. PPBS mengabaikan realitas politik dan realitas politik dan realitas organisasi sebagai kumpulan manusia yang kompleks
5. PPBS merupakan taknik anggaran yang statistically oriented. Penggunaan statistic terkadang kurang tajam untuk mengukur ektivitas program tertentu saja.
6. Pengaplikasian PPBS menghadapai masalah teknis. Hal ini terkait dengan sifat program atau kegiatan yang lintas departemen sehingga menyulitkan dalam menentukan alokasi biaya.

DESENTRALISASI

Desentralisasi merupakan pengelolaan organisasi dimana para menejer tingkat menengah atau tingkatnya lebih rendah memiliki kewenangan dalam pembuatan keputusan organisasi.
• Kelebihan atau keuntungan desentralisasi
1. Dapat mengurangi birokrasi yang rumit
2. Dapat mengurangi beban kerja menejemen puncak
3. Efektif dalam membangun kemampuan sumber daya manusia
4. Memungkinkan diterapkan accountability management
5. Pendekatan dengan pihak sasaran
6. Pengetahuan local atau lapangan
7. Penerimaan dari pihak sasaran
8. Keputusan yang lebih fleksibel
• Kelemahan atau kerugian desentralisasi
1. Memerlukan tenaga kerja yang professional dalam menerima delegasi dan tanggung jawab dari mpusat organisasi
2. Organisasi harus berani menanggung resiko jika terjadi kerugian atau salah dalam pengambilan keputusan
3. Pola kerja mungkin tidak seragam
4. Perlu adanya komitmen dari menejemn puncak untuk melakukan delegasi

DESENTRALISASI

Desentralisasi merupakan pengelolaan organisasi dimana para menejer tingkat menengah atau tingkatnya lebih rendah memiliki kewenangan dalam pembuatan keputusan organisasi.
• Kelebihan atau keuntungan desentralisasi
1. Dapat mengurangi birokrasi yang rumit
2. Dapat mengurangi beban kerja menejemen puncak
3. Efektif dalam membangun kemampuan sumber daya manusia
4. Memungkinkan diterapkan accountability management
5. Pendekatan dengan pihak sasaran
6. Pengetahuan local atau lapangan
7. Penerimaan dari pihak sasaran
8. Keputusan yang lebih fleksibel
• Kelemahan atau kerugian desentralisasi
1. Memerlukan tenaga kerja yang professional dalam menerima delegasi dan tanggung jawab dari mpusat organisasi
2. Organisasi harus berani menanggung resiko jika terjadi kerugian atau salah dalam pengambilan keputusan
3. Pola kerja mungkin tidak seragam
4. Perlu adanya komitmen dari menejemn puncak untuk melakukan delegasi